Case Study: Migrasi Firebase Hosting ke Cloudflare Pages Tanpa Downtime

Migrasi Firebase Hosting ke Cloudflare Pages Setelah mengalami keterbatasan bandwidth di Firebase Hosting, saya memutuskan untuk tidak hanya mencari alternatif, tetapi juga membangun solusi yang lebih tahan terhadap pertumbuhan trafik. Dari proses itulah lahir keputusan untuk melakukan migrasi penuh dari Firebase Hosting ke Cloudflare Pages tanpa menghentikan layanan website yang sudah berjalan.

Artikel ini merupakan studi kasus nyata berdasarkan migrasi yang saya lakukan sendiri. Tujuannya bukan hanya berbagi cerita, tetapi memberikan panduan praktis yang bisa diikuti oleh developer pemula maupun independen yang ingin berpindah platform tanpa merusak akses pengguna.

Jika kamu sedang mencari cara migrasi Firebase Hosting ke Cloudflare Pages tanpa downtime, artikel ini akan membimbingmu secara runtut dan mudah dipahami.

Latar Belakang Migrasi

Firebase Hosting dikenal sebagai solusi cepat untuk deploy web app. Namun pada praktiknya, keterbatasan bandwidth pada plan gratis sering menjadi bottleneck ketika website mulai mendapatkan trafik stabil.

Dalam kasus saya, website berbasis HTML statis tetap bisa diakses melalui direct file URL, tetapi domain utama berhenti melayani pengunjung. Kondisi ini tidak ideal untuk website personal, portfolio, maupun blog yang sudah aktif dimonetisasi.

Dari sinilah saya menyimpulkan bahwa saya membutuhkan platform hosting yang lebih ramah untuk pertumbuhan jangka panjang.

Mengapa Cloudflare Pages?

Cloudflare Pages dipilih bukan karena tren, tetapi karena pendekatan teknisnya yang lebih sesuai untuk website statis. Cloudflare Pages memanfaatkan jaringan CDN global Cloudflare sejak awal, sehingga distribusi konten menjadi lebih efisien.

Beberapa alasan utama saya memilih Cloudflare Pages:

  • Bandwidth longgar untuk website statis
  • Integrasi langsung dengan GitHub
  • Custom domain dan SSL otomatis
  • Deployment cepat tanpa konfigurasi server

Arsitektur Awal Sebelum Migrasi

Sebelum migrasi, arsitektur website saya cukup sederhana:

  • HTML, CSS, dan JavaScript statis
  • Firebase Hosting sebagai web server
  • Custom domain diarahkan ke Firebase

Karena tidak ada backend kompleks atau server-side rendering, website ini sangat cocok untuk dipindahkan ke Cloudflare Pages.

Persiapan Sebelum Migrasi

Sebelum memulai proses migrasi, ada beberapa hal penting yang perlu dipastikan:

  • Pastikan website bersifat statis (HTML, CSS, JS)
  • Struktur folder rapi dan konsisten
  • Akun GitHub aktif
  • Akses ke DNS domain

Persiapan ini penting agar proses migrasi berjalan lancar tanpa error yang membingungkan, terutama bagi pengguna pemula.

Cara Migrasi Firebase Hosting ke Cloudflare Pages

Berikut adalah langkah-langkah migrasi yang saya gunakan dan terbukti berjalan tanpa downtime:

1. Upload Source Code ke GitHub

Buat repository baru di GitHub dan upload seluruh file website, termasuk folder css, js, img, dan file index.html.

Pastikan file utama berada di root repository atau sesuaikan dengan pengaturan build directory di Cloudflare Pages.

2. Buat Project Baru di Cloudflare Pages

Masuk ke dashboard Cloudflare, pilih Pages, lalu buat project baru dengan menghubungkan repository GitHub yang telah dibuat.

Untuk website statis, biasanya tidak perlu build command. Cukup set output directory ke root atau folder yang sesuai.

3. Test URL Default Cloudflare Pages

Setelah deploy berhasil, Cloudflare akan memberikan URL default seperti project-name.pages.dev. Pastikan website dapat diakses dengan normal melalui URL ini.

Langkah ini penting sebelum menghubungkan custom domain.

4. Hubungkan Custom Domain

Proses menghubungkan custom domain sering menjadi bagian paling krusial dalam migrasi. Jika kamu ingin panduan teknis yang lebih detail, silakan baca artikel berikut: Cara Menghubungkan Custom Domain ke Cloudflare Pages (Step-by-Step).

Tambahkan custom domain melalui menu domain di Cloudflare Pages. Jika domain sudah menggunakan nameserver Cloudflare, proses ini akan berjalan lebih cepat.

Cloudflare akan otomatis mengatur DNS record yang dibutuhkan.

5. Tunggu Propagasi DNS

Setelah domain ditambahkan, tunggu beberapa menit hingga DNS sepenuhnya terpropagasi. Pada tahap ini, website lama masih bisa aktif hingga domain sepenuhnya berpindah.

Inilah kunci migrasi tanpa downtime.

Hasil Setelah Migrasi

Setelah migrasi selesai, website berjalan stabil di Cloudflare Pages tanpa gangguan akses. Beberapa peningkatan yang langsung terasa:

  • Website lebih cepat secara global
  • Tidak ada lagi bandwidth quota issue
  • Manajemen domain lebih terpusat
  • Deployment selanjutnya lebih praktis

Hal yang Perlu Diperhatikan oleh Pemula

Bagi pemula, bagian yang paling membingungkan biasanya adalah DNS dan custom domain. Saran saya, pastikan hanya satu platform yang aktif melayani domain utama untuk menghindari konflik.

Cloudflare menyediakan dashboard yang cukup jelas, jadi luangkan waktu untuk membaca status setiap record sebelum mengubahnya.

Kesimpulan

Migrasi dari Firebase Hosting ke Cloudflare Pages bukan hanya solusi sementara, tetapi langkah strategis untuk website statis yang ingin tumbuh tanpa terbebani limit bandwidth.

Melalui studi kasus ini, saya berharap pembaca dapat melihat bahwa migrasi platform bukanlah sesuatu yang menakutkan jika dilakukan dengan perencanaan yang tepat. Cloudflare Pages memberikan fondasi yang lebih stabil, efisien, dan ramah untuk developer independen.

Pada artikel selanjutnya, saya akan membahas praktik terbaik mengelola multi-subdomain di Cloudflare untuk project personal dan production environment.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url